PELATIHAN PEMBELAJARAN TIK BAGI GURU

Diposting oleh Pendidikan | Senin, Desember 14, 2009 | 0 komentar »

Jakarta - Pelatihan TIK bagi Guru; Pusat Pendidikan Terbuka Jarak Jauh Asia Tenggara atau SEAMOLEC mengadakan pelatihan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi guru - guru SMP, SMA, dan SMK. Pelatihan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) khususnya guru agar mereka dapat melakukan pembelajaran secara online.

Dewi menjelaskan, materi pelatihan selama lima hari ini meliputi internet untuk pembelajaran, facebook untuk pembelajaran, peta module, program mapping, dan pembelajaran TIK menggunakan perangkat lunak Moodle. "Para peserta akan diajari membuat dan menulis dengan email. Mereka juga diajari cara melakukan pencarian materi pembelajaran melalui internet," katanya.

Dewi mengatakan, situs jejaring sosial Facebook dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak. Selain itu, kata dia, dengan menggunakan perangkat lunak Moodle, seorang guru dapat melakukan pembelajaran tanpa tatap muka. Moodle, kata dia, dapat diunduh secara gratis dari internet. Perangkat lunak ini juga tersedia dalam bahasa Arab. "Para guru dapat mengajarkan Moodle sebagai suplemen di sekolah. Konten pembelajaran diserahkan ke guru - guru sendiri karena mereka yang tahu," katanya.

Menurut Dewi, antusiasme peserta mengikuti kegiatan ini cukup bagus. Dia menyebutkan, dari 26 kabupaten yang telah mengikuti pelatihan, jumlah pesertanya melampaui target 60 guru di setiap kabupaten."Pesertanya mencapai 70 orang lebih. Bahkan ada guru sekolah dasar (SD) yang menjadi peserta," katanya.

Dewi menyebutkan, hanya lima persen calon peserta yang belum bisa IT. Para peserta, kata dia, diwajibkan membawa laptop untuk dapat membawa pulang materi pembelajaran dan mengembangkannya sendiri. "Para peserta rata - rata sudah membawa laptop walaupun meminjam," katanya.

Provinsi yang melakukan pelatihan ini, yakni Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Bali, Sumatera Utara, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. "Tahun depan akan kita tingkatkan di provinsi - provinsi yang belum mengikuti pelatihan," kata Dewi.

Sumber: Pers Depdiknas

0 komentar